Showing posts with label cerita ceriti. Show all posts
Showing posts with label cerita ceriti. Show all posts

Saturday, October 9, 2010

cerita 4- kakak

aku ini perempuan.


Perutku panas dingin. Kata orang rasanya seperti banyak kupu-kupu di dalam perut. Kok bisa ya? Jantungku juga berdetak cepat, semakin cepat dan sangat cepat. Sial, ciri-ciri orang jatuh cinta yang kubaca di cerita majalah remaja lekat di diriku. Merana lagi, kok semua orang bilang jatuh cinta itu bahagia? Tapi ini nggak boleh. Nggak boleh..

Umurku baru 15. Boleh nggak sih jatuh cinta? Kata orang jatuh cinta nggak kenal umur, tapi ibu bilang aku nggak boleh pacaran dulu. Ibu, kalo yang ini, tanpa disuruh aku juga tahu kalo aku nggak boleh pacaran..

Lelaki yang membuatku salah tingkah datang. Sial, sial, sial. Aku makin salah tingkah!! Karena ia duduk di sebelahku sekarang, mengelus rambutku, dan bertanya dengan suara beratnya, "Gimana tugas Adek? Udah beres belum? Katanya Ibu, kemarin Adek cari Kak Dito. Maaf ya, Kakak kemarin main bola sampai malem."


Benar kan, nggak boleh?

Friday, June 4, 2010

cerita 3- tetangga

Aku ini lelaki.


Lagi. Seperti pagi-pagi sebelumnya, aku berkaca untuk merapikan dasiku. Mencoba untuk terlihat tampan? Hm, entah untuk siapa. Karierku menanjak, namun aku bujang. Cinta. Cinta. Kata orang-orang aku butuh cinta.

Kurapikan rambutku dengan jemari tangan, lalu menyemprot parfum andalan untuk menambah kepercayaan diri. Aku tersenyum. Mungkin ini untukmu, cantik. Setiap pagi hanya untukmu.

Aku melangkah pasti keluar dan siap mengeluarkan motor dari garasi rumah. Gemercik air terdengar dari rumah sebelah. Ah, selalu waktu yang tepat. Aku perlahan keluar menuju pagar, dan kulihat dirinya. Masih sama seperti hari-hari kemarin. Menyiram tanaman bunga setiap pagi. Kadang sambil bersenandung, kadang tidak.

Yang kutahu satu: dia cantik. Selalu.

Ia menoleh saat mendengar bunyi pagarku dibuka, lalu tersenyum. Aku pun tersenyum balik. Ah, ini namanya cinta saudara-saudara. Maaf, tapi inilah cinta yang aku temui.

Dan aku menyapanya, sambil menahan diri.
Menahan hati.

"Pagi, Bu Bowo. Pak Bowo sudah pulang bertugas dari Bali?"

Tuesday, June 1, 2010

cerita 2- muda

Aku ini wanita.


Aku gelisah. Soal latihan UAN Kimia SMA di hadapanku tidak bisa kukerjakan. Bosan. Sudah 3 jam aku berkutat di tempat yang sama. Padahal teman di sekelilingku sudah datang silih berganti. Untung Kakak baik. Aku boleh di tempat les sampai aku mengerti.

Bosan. Aku mengedarkan pandangan.

Klek. Ada yang baru masuk ruangan. Mendadak aku menegakkan tubuhku di kursi. Ia yang baru datang, menyita perhatianku. Ia memberikan senyuman pada Kakak, dan ya ampun! Dia memilih untuk duduk di depanku! Sial, jantungku jadi berdebar. Padahal aku yakin, hanya kacamatanya yang membuatnya lebih terlihat pintar, dan... berkharisma? Ah tak peduli. Satu hal, aku jadi tidak konsentrasi.

Ia menaruh bukunya asal di depanku. BUKU LATIHAN SOAL UAN, bacaku dalam hati. Sama! Biarpun agak tertutup buku lainnya, aku masih bisa membaca dengan jelas bahwa ia juga akan menghadapi UAN. Aku menduga-duga di mana ia bersekolah. Kulirik sebentar wajahnya.

Ganteng! Dan pipiku memanas. Ya Tuhan, ada apa ini?

Kualihkan perhatianku dengan mengaduk-aduk isi kotak pensil. Sial, jadi salah tingkah. Tidak tahan, kulirik lagi wajah di depanku. Ia mengerjakan soal dengan tenang. Wajahnya menghanyutkan.

Ups! Ia mendongakkan wajahnya, menatapku. Berakting, berakting, berakting. Aku mengedarkan pandanganku pada sisi lain ruangan perlahan, sementara jantungku bekerja lebih cepat dari yang kuduga. Matanya! Ya, tadi aku menatap matanya yang tenang! Apa ini jatuh cinta pada pandangan pertama?

Lebih baik kuselesaikan soal-soal di hadapanku ini, lalu pulang untuk menenangkan diri. Aku yakin, besok ia akan datang lagi.

Hampir 2 jam setelahnya...

Selesai. Sedetik sebelum aku berdiri untuk membereskan, sosok di depanku berdiri lebih dulu dan mebereskan barang miliknya. Entah kenapa aku mendadak panik, seperti takut ia pulang lebih dulu dan aku tidak lagi bisa melihat wajahnya. Tidak! Kertas-kertas soalku jatuh dan aku harus membereskannya. Segera. Hap! Kecewa. Begitu aku bangun kembali sosok itu sudah hilang dari depanku. Cepat, kulirik pintu dan ia masih di sana, mengobrol dengan Kakak.

Kubereskan semua, siap menuju ke pintu. Dan mendadak jantungku berdebar cepat. Cepat, seperti dipaksa untuk berdenyut lebih cepat dan cepat. Langkahku semakin cepat tanpa bisa kutahan. Brak! Sukses. Aku sukses menabraknya di pintu. Bukuku jatuh, bukunya jatuh. Besar harapanku, adegan mengambil buku akan dramatik seperti di film-film.

Aku melihat sekilas buku soal latihan UANnya di dekat kakiku. Buku yang tadi aku lihat di meja, yang ia taruh asal di depanku. Aku membungkuk, siap mengambil.

Dan terkejut.

BUKU LATIHAN SOAL UAN SMP.

Thursday, May 27, 2010

cerita 1 - 11

cerita akan tetap menjadi cerita. mungkin ini harapan atau curahan.
namun sekali lagi, tetap saja ini hanya sebuah cerita.

Hari ini tanggal 11. Tanggal 11 adalah tanggal ulang tahunku dan ulang tahunmu. Kita pertama kali berjumpa di tanggal 11. Namun kita baru berbicara pada tanggal 11 setahun setelahnya. Pertama kali kita berjalan bersama pun tanggal 11.

Rasanya tanggal 11 itu keramat. Aku selalu menanti ada apalagi di tanggal 11.


Dan..
Aku menangis untukmu tanggal 11, entah di bulan apa. Aku tidak peduli.
Setelah itu, tidak ada lagi cerita tentang tanggal 11. Hanya tanggal ulang tahunku. Sudah.